banner 728x250

Penambang Belo Laut Sebut Tak Ada Polisi Minta Uang Tebusan Ponton

banner 120x600

BE,MENTOK- Isu ada oknum Polairud Polres Bangka Barat meminta sejumlah uang 10-20 juta per ponton dibantah sendiri oleh belasan penambang yang kini diamankan di mako Polairud.

Dalam rekaman video yang diterima redaksi, belasan penambang tersebut kompak mengatakan tidak ada polisi yang meminta uang.

” Tidak ada wartawan yang menelpon atau kami yang telepon wartawan. Kami juga tidak diminta uang, itu hanya isu hoax,” sebut penambang, Selasa malam (14/11/2023).

Bahkan informasi personel Polairud Polda Babel mengamankan sebanyak 40 ponton juga tidak benar.

” Saat penangkapan memang saya tidak berada di lokasi. Tapi kalau sebanyak 60 ponton yang diamankan itu tidak benar, hanya 3 ponton,” kata Rodian, ketua RT didampingi Jaka, warga Belo Laut.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 60 unit ponton selam ditarik personel Polairud Polres Bangka Barat dalam razia di perairan Belo Laut Kecamatan Mentok, Selasa (14/11/2023) sekira pukul 10.15 WIB. Puluhan ponton selam itu diamankan sedang melakukan aktifitas penambangan pasir timah yang tidak dilengkapi dokumen perizinan.

Patut disayangkan, ada masyarakat penambang mengaku dimintai uang tebusan 10-20 juta per ponton oleh oknum Polairud Polres Bangka Barat.

“Ponton kami ditarik ke Pos Polairud Mentok dan diminta uang tebusan Rp10-20 juta per unit pak. Polisi menyetop dan menarik ponton-ponton selam para pekerja tambang yang makan/kerja tailing kapal isap. Kalikan saja pak, kalau 100 ponton diamankan di pos polisi air itu diminta 10 juta perunit jadi 1 milyar mereka nanggok duit yang punya ponton. Gawe makan tailing nih beguyur bae pak. Dapat la belasan kilo, kadang 20 kiloan untuk beli beras jaman susah ini,” kata salah seorang penambang menghubungi redaksi ini, Selasa malam (14/11/2023).

Bahkan, kata penambang ini, pernah juga ditangkap yang kerja di Tembelok dan digelandang juga bulan lalu. Ada diproses dan ada juga dikutip uang 30 juta per unit dan di lepaskan beberapa hari kemudian.

“Masih banyak ulah oknum meminta uang dari penambang seperti yang saya sebutkan. Intinya kalau maau diproses, proses secara adil dan benar. Jangan meminta uang tebusan, kami ini penambang rakyat yang mencari sesuap nasi untuk anak istri di rumah,” keluhnya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat, AKBP Ade Zamrah SIk melalui Kasat Poliarud, Iptu Yudi menyangkal semua tuduhan tersebut.

“Tadi Polairud ada melakukan penertiban, dan sekarang yang diamankan diproses di mako Polairud berikut ponton-ponton ditarik. Tidak benar itu, semua yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan sesuai prosedur,” sangkal Iptu Yudi.

Terpisah, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, AKBP Indra Feri Dalimunthe mengatakan bukan pihaknya yang melakukan giat Razia. “Yang mana ? Tangkapan kami di Belo Laut sudah kami serahkan ke kejaksaan minggu kemarin termasuk barang bukti sudah diserahkan. Kalau kemarin atau hari ini kami tidak melakukan penangkapan,” jelasnya. (doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *