banner 728x250

Pemkot Pangkalpinang Genjot Program Strategis Tekan Angka Inflasi

banner 120x600

 

BE,PANGKALPINANG – Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go mengikuti rapat pengendalian inflasi daerah Bersama Mendagri secara virtual, Senin (20/11/2023). Rapat virtual ini juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Sekretaris DPMPTSP dan Naker, Inspektur Daerah dan Sekretaris Dispaper Pangkalpinang.

Mie Go mengatakan rapat ini memang rutin dilaksanakan bersama Kemendagri untuk pengendalian inflasi di daerah. Untuk di Pangkalpinang, Mie Go menyebut, pihaknya terus menggenjot angka inflasi agar turun dibanding tahun sebelumnya. Upaya-upaya yang dilakukan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) diantaranya pemantauan (sidak) ketersediaan stok dan pergerakan kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar dan distributor.

“Pemantauan ini setiap empat kali seminggu di sejumlah pasar yang ada. Nanti juga kita akan adakan rapat dan persiapan melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang natal dan tahun baru 2024,” kata Mie Go di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

Selain itu, TPID juga berkoordinasi dengan stakeholder untuk kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui operasi pasar atau pasar murah. Mie Go menuturkan, Pemkot Pangkalpinang juga memperkuat program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan melalui program kelurahan tanggap inflasi yaitu Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Bukit Intan dan Kelurahan Bukit Besar Kecamatan Girimaya.

“Tentu ada pengaruh dari upaya ini untuk pengendalian inflasi kita. Kita harap angkanya terus turun nya, kalau di Provinsi Bangka Belitung tadi angkanya turun jadai 1,5 persen dari sebelumnya 3,88 persen. Untuk Pangkalpinang akhir bulan ini diumumkan, mudah-mudahan kalau angka provinsi saja turun trennya, Pangkalpinang juga bisa turun di bawah angka 2,8 persen seperti sebelumnya,” kata Mie Go.

Lanjutnya, demi kelancaran distribusi bahan pokok, Pemkot juga berkoordinasi dengan stekaholder di pelabuhan untuk angkutan barang agar berjalan lancar dan tidak ditemukan penimbunan barang kebutuhan pokok. (ira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *