banner 728x250

Serangan Buaya di Dusun Mempunai, Warga Minta Tindakan Cepat Pemerintah Daerah

banner 120x600

BE,SERDANG- Kisah serangan buaya terhadap kakek bernama H. Baharuddin (75) di perairan laut Dusun Mempunai, Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat, terutama para nelayan, Selasa (30/01/2024) pagi.

Nopri M. Aziz (36), seorang nelayan Air Dusun Mempunai, mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama kejadian serupa terjadi, dengan tiga kejadian selamat dan satu korban meninggal dunia sebelumnya.

Nopri menyampaikan bahwa luka yang dialami korban kali ini melibatkan tangan kiri, punggung, dan paha kaki kiri. Warga mendesak pemerintah daerah, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan, untuk segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung guna menangani masalah serangan buaya yang semakin meresahkan.

“Sudah empat kali ini, dan buaya kembali memakan korban. Pemerintah daerah perlu tindakan cepat agar tidak ada lagi korban. Sebagian besar warga Dusun Mempunai adalah nelayan yang mencari rezeki dengan menyungkur udang di laut,” ujar Nopri.

Sementara itu, Kepala Desa Serdang, Apendi, membenarkan insiden tersebut, menjelaskan bahwa H. Baharuddin diserang buaya saat sedang menyungkur udang di laut Mempunai.

“Lalu sekitar pukul 09.00 WIB, ada nelayan yang mendengar suara minta tolong dari arah Laut Mempunai. Saat itu nelayan setempat sedang meruncing pancing di pinggir pantai yang berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Kemudian datang lagi nelayan mendatangi kearah pinggir laut Mempunai yang melihat korban posisinya sudah berada di pinggir pantai. Pada saat itu buaya masih berada di dekat korban dengan jarak kurang lebih 1,5 meter.

“Kemudian ditarik agar tidak diterkam buaya kembali. Lalu mulai ramai warga berdatangan ke pantai untuk memberikan pertolongan. Lalu dibawa ke RSUD Bangka Selatan menggunakan mobil pick up,” pungkas Apendi.(Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *