banner 728x250

Merehabilitasi Satwa Liar di Lahan Bekas Tambang, Langkah Konkrit PT Timah Dalam Pelestarian Satwa

BE,PANGKALPINANG — Satwa liar berperan penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem lingkungan. Untuk itu PT Timah bersama Yayasan Alobi melaksanakan rehabilitasi satwa liar di Pusat Penyelematan Satwa (PPS) di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang.

Kampoeng Reklamasi Air Jangkang merupakan salah satu kawasan Reklamasi PT Timah yang terletak di Kabupaten Bangka. Di kawasan ini, PT Timah melaksanakan reklamasi dalam bentuk lainnya yang mengintegrasikan sektor pertanian, pembibitan, perkebunan dan peternakan.

PPS Alobi Air Jangkang merupakan salah satu langkah konkret yang dilakukan PT Timah untuk berperan aktif dalam melakukan konservasi, penyelematan dan pelestarian satwa liar yang dilindungi negara.

 

Saat ini sebanyak 121 satwa sedang direhabilitasi di PPS Air Jangkang seperti burung kakak tua, merak, buaya, rusa sambar, kijang, siamang, binturong, owa jawa, beruang madu dan berbagai jenis lainnya.

Satwa-satwa yang direhabilitasi merupakan satwa hasil sitaan negara dan korban konflik dengan masyarakat dan satwa hasil translokasi dari PPS lainnya.

Sejak didirikan pada 2018 dulu, sudah ada ratusan satwa liar dilindungi yang direhabilitasi di PPS Alobi Air Jangkang. Proses rehabilitasi ini untuk upaya mengembalikan insting liar, satwa-satwa yang sudah siap dikembalikan ke habitatnya akan dilepasliarkan ke habitatnya.

 

Manajer PPS Alobi Air Jangkang, Endi R Yusuf mengatakan, saat ini satwa liar yang paling banyak direhabilitasi di PPS Alobi Air Jangkang yakni buaya mencapai 30 ekor.

Hal ini karena saat ini tingginya konflik antara buaya dan manusia, akibat ekosistem buaya yang terganggu karena aktivitas tambang ilegal. Sehingga dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Tumbuhan dan Satwa Liar.

Endi mengatakan, PT Timah merupakan salah satu perusahaan tambang yang sangat concern terhadap pelestarian satwa. Hal ini terbukti dengan konsistennya PT Timah mendukung program rehabilitasi satwa di PPS Alobi Air Jangkang.

“Program yang dijalankan PT Timah dan Alobi di PPS Alobi Air Jangkang ini merupakan salah satu program yang terbaik untuk melakukan pelestarian satwa liar,” kata Endi.

 

Ia menyebutkan, aktivitas bisnis PT Timah sebagai perusahaan pertambangan tentunya berdampak langsung pada lingkungan. Namun, jika ini dilakukan dengan terkendali dan sesuai dengan aturan dampak meminimalisasi dampak dari penambangan.

“Melalui PPS Alobi Air Jangkang ini upaya PT Timah menjaga pelestarian satwa liar di Babel. Setelah dilakukan rehabilitasi nanti satwa-satwa ini akan kembali dilepasliarkan ke habitat mereka. Upaya PT Timah ini harusnya diadopsi oleh pertambangan lainnya, karena langkah konkrit dalam mendukung pelestarian satwa liar,” kata Endi.

 

Satwa liar berperan penting untuk menjaga ekosistem, apalagi saat ini dunia sedang meghadapi tantangan perubahan iklim.

“Satwa liar memiliki peran penting di alam, sehingga kita harus menjaga kelestariannya untuk menyelamatkan biodiversitas yang ada di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, Yayasan Alobi juga kerap mengedukasi masyarakat untuk menjaga pelestarian satwa liar dengan tidak melakukan perburuan dan tidak merusak ekosistem satwa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *