banner 728x250

Menyimak Kisah Setahun Iptu Sugiyanto, Sahabat Nelayan Pesisir Babar

Penulis: Resi Anita Seriwulan
Wartawan Babelteraktual.com (RNC)

Setahun diberi amanah sebagai Kepala Satuan Polairud di Polres Bangka Barat, sepertinya sebuah kesempatan luar biasa, bagi seorang Iptu Sugiyanto. Perwira pertama di jajaran Polairud Polda Babel ini dikenal, khususnya warga nelayan dan pesisir Bangka Barat, bukan hanya karena sering wara wiri berpatroli. Tapi juga dikenal karena keakrabannya.

“Tegas tapi tetap humanis, itu kesan yang kami masyarakat nelayan rasakan dari keberadaan pak Sugi. Pendekatan nya dengan pola pertemanan, itu cara-cara pak Sugi kalau patroli, menyampaikan himbauan dan peringatan. Tapi jangan membandel, beliau akan tegas menertibkan dan kasih tindakan,” tutur Fajli salah seorang Ketua Kelompok Nelayan di Muntok kepada RNC.

Menurut Fajli, menjaga kamtibmas dan kondusifitas antara kelompoknya selalu Nelayan dengan kelompok penambang di perairan Bangka Barat, bukan perkara mudah, salah menangani bisa-bisa jadi rusuh. Maklum urusan ‘Kampung Tengah’ bikin siapa pun bisa tarik urat.

Namun dalam setahun ini, beberapa kawasan yang terbilang rawan konflik, mampu diatasi oleh Iptu Sugiyanto. Apalagi dukungan penuh Kapolres Bangka Barat Lala itu, AKBP Catur Prasetyo yang kemudian berganti ke AKBP Ade Zamrah, sehingga Bangka Barat bisa dibilang sangat kondusif.

“Potensi konflik antara kita selaku nelayan dengan para penambang itu kan selalu terbuka. Jadi benar-benar harus pandai merangkul dan mengayomi kedua belah pihak. Itu yang dilakukan oleh pak Sugi di Bangka Barat ini. Jadi dalam kesempatan patroli, biasanya beliau sambil ngopi, ngobrol dan memberikan pandangan. Sehingga kita tidak merasa bahwa beliau itu aparat penegak hukum. Tapi terasanya seperti sesama warga biasa. Dan beliau itu sangat spontan dan ceplas-ceplos, benar-benar mencairkan suasana,” kenang Nelayan yang akrab disapa Ali ini saat dibincangi Ruud’s Network Cyber (RNC) Rabu (13/9/23) petang.

Iptu Sugiyanto sendiri diakuinya sudah berpamitan sejak Selasa (12/9/23) lalu. Menurut Fajli, informasi tersebut diterimanya langsung dari mantan Katim Pemburu Bajak Laut Polairud Babel yang berjuluk “Tim Hiu Macan” tersebut via telepon.

“Tetap jaga kondusifitas dan Kamtibmas di Bangka Barat ya, kedamaian itu modal penting. Kalau Kamtibmas kita tidak baik, cari nafkah pun susah dan was-was, jangan sungkan telpon saya kalau sedang di Pangkalpinang. Sampaikan salam saya pada semua kawan-kawan nelayan dan sahabat penambang. Kira-kira begitu pesan beliau waktu berpamitan pada saya. Kadang-kadang berada jadi anggota Airud juga saya kadinya,” kata Ali sambil tertawa.

30 menit menuju Magrib, rombongan jurnalis RNC bersiap balik kanan. Maklum masih butuh waktu 3 jam untuk mencapai Pangkalpinang, belum lagi urusan mampir makan dan merokok di Kecamatan Kelapa. Ali pun menitipkan salam kepada RNC sekaligus doa untuk mantan Kasat Polairud Polres Babar yang kini menjadi perwira di Biro Rena Polda Babel.

“Salam buat Bang Sugi ya, kalau ketemu, semoga beliau sukses selalu dalam karirnya di kepolisian. Terus menjadi Polri yang mengayomi yang humanis tapi tetap tegas. Beliau adalah sahabat kami para Nelayan,” ujar Ali.

Iptu Sugiyanto sendiri bertugas lebih kurang setahun sebagai Kasat Polairud Polres Bangka Barat. Perwira muda yang cukup familiar di kalangan pers Bangka Belitung, khususnya Bangka Barat ini, sempat mencatatkan berbagai prestasi ketika masih menjadi Ketua Tim Buser Polairud Polda Babel, khususnya kejahatan di wilayah perairan.

RNC sendiri baru mengetahui Iptu Sugiyanto sudah purna tugas sebagai Kasat Polairud Polres Babar, ketika mencoba menelusuri informasi akan adanya aktivitas Tambang Ilegal di Perairan Tembelok. Saat berbincang dengan beberapa Nelayan, ternyata Iptu Sugiyanto sudah berpamitan sehari sebelumnya untuk melanjutkan tugas di Biro Rena Polda Babel.

“Pesan beliau, keamanan dan Kamtibmas yang baik, kondusif adalah modal pertama dan berharga untuk mencari nafkah keluarga. Jadi jagalah, karena kalau sudah tidak kondusif cari nafkah pun was-was. Khusus kami nelayan, tetaplah utamakan keselamatan dalam bekerja, karena keluarga kami menunggu kami pulang ke rumah. Itu pesan penting yang selalu pak Sugi ingatkan pada kami. Sehat selalu, dan sukses terus komandan,” pungkas Ali.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *