banner 728x250

Gerak Cepat Penangan Stunting yang Dilakukan PT Timah, Edukasi ke Generasi Milenial Hingga Dukung Infrastrukur Sanitasi Masyarakat

BE,PANGKALPINANG — PT Timah terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di lingkar tambang. Salah satunya dengan membantu mengatasi masalah stunting di wilayah operasional perusahaan.

Upaya penanganan stunting yang dilakukan PT Timah juga selaras dengan program Pemerintah untuk mengentaskan stunting di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.

PT Timah tidak hanya fokus pada penanganan stunting, namun juga terlibat aktif dalam kampanye pencegahan stunting dengan memberikan literasi kesehatan bagi kelompok remaja dan ibu-ibu melalui Program Kegiatan Menurunkan Stunting (Kemunting).

Upaya konkret yang dilakukan Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID dalam penanganan stunting telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023. PT Timah melaksanakan sejumlah program untuk pengentasan stunting.

Dalam menangani stunting, PT Timah melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) melaksanakan program secara holistik. Misalnya dari sisi pencegahan PT Timah memberikan edukasi tentang stunting yang menyasar kelompok milenial, kelompok perempuan dan kader kesehatan.

Dalam sisi penanganan, PT Timah juga membagikan paket makanan tambahan bagi anak-anak yang diidentifikasi stunting di wilayah operasional. Biasanya kegiatan ini juga dilaksanaan bersamaan dengan Mobil Sehat.

PT Timah juga mendukung pembangunan sanitasi yang layak bagi masyarakat untuk mencegah stunting. Seperti mendukung pembangunan MCK dan tempat sampah untuk percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan salah satu program menuju masyarakat sehat.

Atas perhatian yang besar terhadap stunting, PT Timah pada Agustus 2023 lalu mendapatkan penghargaan dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. PT Timah dinilai sebagai salah satu perusahaan yang telah berperan dalam penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan di Babel.

Ketua Umum IPSM Bangka Belitung Doddy Dirnadi menilai, PT Timah telah berperan aktif dalam penanganan stunting dan kemiskinan di Babel. “

Ikatan Pekerjaan Sosial Masyarakat memberikan penghargaan kepada dunia usaha yang ikut aktif berperan dalam penanganan stunting, dalam hal ini PT Timah juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mendukung kegiatan tersebut,” ungkap Doddy Dirnadi dikutip dari pemberitaan sebelumnya.

PT Timah pernah melaksanakan program Kemunting di Kabupaten Belitung Timur yang turut disambut antusias oleh pihak kecamatan. Seperti yang disampaikan Camat Damar, Arief Firmansyah memberikan apresiasi PT Timah Tbk yang telah melakukan sosialiasi kesehatan tentang stunting.

Menurut Arief, penanganan stunting itu harus dilakukan bersama-sama. Langkah penanggulangan stunting, menurutnya, dimulai dari kesehatan hingga fasilitas, seperti ketersedian jamban dan air bersih. Lalu, faktor ekonomi serta pola asuh yang juga berdampak terhadap stunting itu.

“Di Desa Mengkubang ini, berdasarkan hasil verifikasi dan evaluasi bahwa ketersedian air bersih terpenuhi dan jamban ada enam rumah tangga belum memiliki jamban,” jelasnya

Arief menerangkan, Kecamatan Damar terus optimis membantu Pemkab Beltim dalam menanggulangi masalah stunting. Dengan adanya sosialisasi ini, kata dia, dapat membantu Pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

“Di Mengkubang ada 10 keluarga masuk dalam kategori beresiko stunting, dan 26 orang yang stunting,” sebutanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat Muhamad Syafe’i Rangkuti mengatakan, sosialisasi kepada para pelajar di wilayah mereka terkait stunting sangat positif.

Dengan kampanye yang menyasar pada remaja seperti ini diharapkan para pelajar menjadi agen perubahan dalam menanggulangi stunting. Percuma pemerintah melakukan sosialisasi dan penyuluhan, apabila remajanya sendiri tidak menjadi bagian aktif dalam misi ini.

“Program seperti ini sangat positif, apalagi objek yang menjadi peserta sosialisasi adalah anak sekolah menengah atas,” kata Muhamad Syafe’i Rangkuti.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *