banner 728x250

Asun Berani Pasang Badan Atau “Bernyanyi” ?

BE,TELUK LIMAU- Penyidikan perkara timah selundupan ke luar Pulau Bangka masih berlanjut atau hanya sebatas 2 tersangka saja. Sejauh ini penyidik Polsek Jebus baru menetapkan 2 tersangka, Asun (AS) Sarwa, warga Pala dan Teluk Limau. Meski baru tiga hari ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyelundupan pasir timah dengan barang bukti 273 kampil atau sekitar 13 ton. Penyidik Polsek Jebus dikabarkan sudah memeriksa sejumlah saksi yang terkait penyelundupan.

Kapolsek Jebus, Kompol Albert Hamonangan Tampubolon mengatakan perkara tersebut masih terus didalami siapa saja yang terlibat. “Masih terus didalami, sementara ini baru 2 tersangka. Untuk pemberitaan silahkan ke Kasat Reskrim ya,” kata Albert dihubungi, Senin sore (18/3/2024).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Ecky Widi Prawira juga mengatakan masih dalam tahap penyidikan. “Saat ini masih dalam tahap penyidikan dan berproses. Nanti akan kita release setelah rangkaian peenyidikan selesai,” katanya.

Menurut sumber terpercaya media bangkaindependent.com, Asun adalah pemilik sisa timah selundupan 273 kampil yang disimpan di rumah Sarwa, warga Teluk Limau. “Asun ini pemain paket komplit. Selain nambang dan punya banyak ponton, ia juga punya lobi penggorengan timah. Infonya Asun masih keluarga Cebol dan Cebol keluarga AT,” kata sumber, Senin malam (18/3/2024).

Masih kata sumber, saat ini kondisi Parittiga terutama Teluk Limau lagi ramai membicarakan soal sisa timah selain 273 kampil dan juga siapa-siapa yang dipanggil penyidik Polsek Jebus. “Infonya pulunan ponton milik Asun disita termasuk mobil. Sedangkan kolektor besar AT hingga malam ini diketahui keberadaannya masih ada di Parittiga. Sedangkan LK, kolektor timah Gang Bola tidak diketahui keberadaannya. Aktifitas gudang timah atau lobi sudah berhenti total,” ungkapnya.

Kini masyarakat Bangka Belitung khususnya Kecamatan Parittiga masih menunggu keberanian Asun. Apakah mau “bernyanyi” atau pasang badan.

Diberitakan sebelumnya pada Senin (11/3/2024) ratusan ton pasir timah berhasil lolos diselundupkan keluar Pulau Bangka dengan tujuan Batam.

Sebanyak 130 ton pasir timah bukan balok loading dari Pantai Mentingi Desa Teluk Limau Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat.

Pasir timah selundupan tersebut dikemas dalam jumbo bag, lalu dimasukkan ke dalam kapal warna hitam tujuan Batam.

Patut disayangkan, sempat terendus dan dikejar polisi. Ratusan ton pasir timah tersebut berhasil diselundupkan akibat tak dapat dikejar kapal patroli oleh factor cuaca buruk.

” Benar bro, sempat kami kejar sampai Pulau Pala tapi kondisi cuaca buruk, ombak hingga 3 meter jadi gak mampu lagi kami kejar,” kata AKBP Todoan Gultom, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, Rabu 13/3/2024).

Dikatakan Gultom, penyelundup tersebut menggunakan kapal berwarna hitam. “Informasi kami dapat kapal tersebut warna hitam tapi gak tahu apakah kapal kayu atau fiber. dan pakai mesin apa Tapi mereka berani juga siang hari bolong selundup pakai kapal hitam,” jelasnya.

Setelah mendapat informasi A 1 (akurat) , sambung Gultom, pihaknya bertolak dari dermaga Belinyu mengejar kapal penyelundup.

” Ada 8 personel termasuk saya yang memimpin pengejaran. Namun sayangnya, sampai di Pulau Pala cuaca buruk hingga kami putuskan berhenti mengejar. Anggota ada yang membisikan ke saya putar balik karena ombak sudah mencapai 3 meter. Apalagi kami tidak tahu persis jenis kapalnya hingga memutuskan putar balik demi keselamatan,” jelas Gultom.

Bahkan, kata Gultom, dalam pengejaran tersebut, ia nyaris celaka dan hand phone miliknya rusak terendam air.

” Selain nyaris celaka, Hp saya juga rusak kena air. Ini juga pakai hp anak. Intinya saya sangat geram dengan ulah penyelundupan ini,” tegasnya.

Diketahui penyelundupan ini sudah terjadi kali kedua. Pertama sebanyak 90 ton pasir timah di bulan Maret. Kedua tanggal 11 Maret 2024 sebanyak 60 ton pasir timah.

Untuk siapa pelaku penyelundupan, Gultom tak mau berandai-andai. ” Kami ini polisi bro, gak mau berandai-andai. Harus ada alat bukti yang cukup. Memang ada info yang masuk siapa pelaku penyelundupan. Intinya masih dalam penyelidikan. Apalagi saat kami datangi lokasi loading, semua orang disana pada kabur,” tandasnya.

Menurut sumber terpercaya media ini, penyelundupan ratusan ton pasir timah tersebut diduga dilakukan oleh salah satu smelter di Sungailiat Bangka dan berkerjasama dengan gabungan kolektor timah di Kecamatan Parittiga.

” Pelakunya salah satu smelter yang ada di Kabupaten Bangka dengan dibantu kolektor timah insial At , LK , RK dan Ki. Sudah dua kali penyelundupan berlangsung dan kabarnya akan ada tahap ketiga,” kata sumber.

Dikatakan sumber terpercaya media ini, penyelundupan tersebut dilakukan akibat masih banyak stok timah tapi tidak bisa menjualnya ke smelter swasta yang ada di Bangka.

” Jelas ini akibat banyak smelter di Bangka yang tidak beroperasi imbas dari banyak cukong timah yang dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung. Apalagi ini penyelundupan kedua, sudah barang tentu koordinasi kenceng sampai ke atas. Kalau pun ada penangkapan, itu juga anak buah yang masih merah putih. Sekarang ini penegakan hukum hanya Jaksa saja yang berani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat, AKBP Ade Zamrah SIk dan Kasat Reskrim AKP Eki yang punya wilayah memilih bungkam saat konfirmasikan wartawan dilayangkan.

Sedangkan pihak-pihak terkait yang ditulis masih dalam upaya konfirmasi. (doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *